--

--

.

SELAMAT DATANG DI SUNAN GUNUNGSARI.COM 'MEDIA PENYAMBUNG ASPIRASI SANTRI'

Selasa, 25 Februari 2014

Riwayat Singkat Pondok Pesantren Raudlatussalam Gunungsari Sumbergondo Glenmore Banyuwangi Jawa Timur




Kalau kita bicara tentang Pondok Pesantren maka keharuanlah yang tumbuh dalam lubuk hati seorang Mukmin.
Mula-mula keberadaan Pondok Pesantren Raudlatussalam Gunungsari atas prakarsa orang yang sangat ‘Alim, dia adalah Beliau Al-Mukarom Bapak Kyai H. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur dari Blokagung Karangdoro Tegalsari Banyuwangi, sewaktu beliau berkunjung ke-daerah Sugihwaras Bumiharjo Glenmore Banyuwangi dalam rangka pengajian umum Th. 1961 dengan berkendara sepeda pancal (B.Jawa). Beliau Al-Mukarom Bapak Kyai H. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur singgah dirumah Bapak Abdul Mukhsin Gunungsari yang notabennya adalah seorang petani desa yang gemar memelihara ikan dikolam. Singkat cerita Beliau Al-Mukarom Bapak Kyai H. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur selesai wudlu’ dikolam tersebut Beliau Bersabda kepada Bapak Abdul Mukhsin; pak kolam niki prayogine damel mushola mawon"
                Berdasarkan Sabda Beliau Bapak kyai H. Mukhtar Syafa’a
t Abdul Ghofur itulah ayah saya Bapak Abdul Mukhsin Jiwanya sangat merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah MUSHOLLA.
Dan pada tahun 1965 barulah berdiri sebuah Musholla sederhana yang pelaksanaan pembangunan ditangani sepenuhnya oleh kakak saya yang bernama Pak Istat ayah dari Bapak H. Ali dan diasuh oleh seorang Kyai bernama Chambali (dari semarang) menanntu Bapak Abdul Mukhsin juga santri dari Pondok Pesantren Blokagung.
                Hari bertambah hari bulan bertambah bulan santri yang diasuh oleh Bapak Kyai Chambali bertambah banyak sehingga berdirilah sebuah Asrama untuk menampung para santri tersebut dan diberi nama “Raudlatussalam”.
                Namun tiada terduga setelah berjalan selama 7 (tujuh) tahun Bapak Kyai Chambali membeli sebidang tanah didaerah Sugihwaras dan tanah tersebut kebetulan sudah ada Masjidnya, dan Bapak Kyai Chambali-pun pindah menempati tanah tersebut dan para santri sebagian mengikuti Bapak Kyai Chambali, sebagian pindah, dan sebagian santri yang lain pulang. Sehingga Pondok Pesantren Raudlatussalam pada saat itu mengalami kekosongan secara total (VACUM OFF POWER) tidak ada pengasuhnya terhitung  mulai tahun 1972 – 1977. Dengan demikian maka Bapak Kyai Chambali-Lah Pendiri Pertama Pondok Pesantren Raudlatussalam Gunungsari Subergondo Glenmore Banyuwangi.
                Setelah senggang beberapa tahun kemudian, muncul-lah seorang pemuda bernama muhammad iskak mukhsin, putra ke “V” dari bapak abdul mukhsin setelah terjun dalam dunia pesantren selama 16 tahun dipondok pesantren darussalam blokagung karangdoro tegalsari banyuwangi, dan oleh al-mukarrom bapak KH. Muhtar syafa’at abdul ghofur dikawinkan dengan seorang wanita daridesa tegalsari pada tahun 1974. Disitulah dia dengan bekerja keras disawah sebagaimana layaknya orang berkeluarga dan bermasyarakat pada umumnya, dan juga mendidik para santri putra putri selama 3(tiga) tahun.
Pada tahun1975 bapak abdul mukhsin wafat (meninggal dunia). Dan pada waktu ia/beliau sakit keras, muhammad iskak muksin (putra ke-V beliau) beserta istri menengok ayahnya yang sedang sakit tersebut. Pada waktu itu dia/beliau bekata; kowe pindaho mrene,  menowo aku mati kowe kang ngrumat emakmu lan adikmu sing nang pondok.ss
                Pada tahun 1977 bapak muhammad iskak mukhsin pindah digunungsari akan tetapi bukan semata-mata untukmenghidupkan Pondok yang telah mati itu, namun untuk mendampingi ibunya yang menjadi seorang janda tua hidup seorang diri dikampung yang sepi sunyi itu. Dan setiap pagi (bapak m.iskak mukhsin) pergi kehuatan mencari kayu untuk membakar bata merah dan gula kelapa.
                Barulah kemudian mulai mengajar Al-Qur’an;1977 M. Iskak Mukhsin pertama kali mengajar Al-Qur’an mulai dari alip-alipan, turutan, dan seterusnya sampai tajwid, nahwu, shorof, dsb.
                Itulah sekedar Riwayat Singkat Pondok Pesantren Raudlatussalam Gunungsari Sumbergondo Glenmore Banyuwangi Jawa Timur, dan semoga tetap dalam lindungan ALLOH SWT.

0 komentar:

Posting Komentar