Kalau kita bicara tentang Pondok Pesantren maka
keharuanlah yang tumbuh dalam lubuk hati seorang Mukmin.
Mula-mula keberadaan Pondok
Pesantren Raudlatussalam Gunungsari atas prakarsa orang yang sangat ‘Alim, dia
adalah Beliau Al-Mukarom Bapak Kyai H. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur dari Blokagung
Karangdoro Tegalsari Banyuwangi, sewaktu beliau berkunjung ke-daerah Sugihwaras
Bumiharjo Glenmore Banyuwangi dalam rangka pengajian umum Th. 1961 dengan
berkendara sepeda pancal (B.Jawa). Beliau Al-Mukarom Bapak Kyai H. Mukhtar Syafa’at
Abdul Ghofur singgah dirumah Bapak Abdul Mukhsin Gunungsari yang notabennya
adalah seorang petani desa yang gemar memelihara ikan dikolam. Singkat cerita Beliau
Al-Mukarom Bapak Kyai H. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur selesai wudlu’ dikolam
tersebut Beliau Bersabda kepada Bapak Abdul Mukhsin; “pak kolam niki prayogine damel mushola mawon"
Berdasarkan
Sabda Beliau Bapak kyai H. Mukhtar Syafa’a
t Abdul Ghofur itulah ayah saya Bapak Abdul Mukhsin Jiwanya sangat merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah MUSHOLLA.
t Abdul Ghofur itulah ayah saya Bapak Abdul Mukhsin Jiwanya sangat merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah MUSHOLLA.
Dan pada tahun
1965 barulah berdiri sebuah Musholla sederhana yang pelaksanaan pembangunan
ditangani sepenuhnya oleh kakak saya yang bernama Pak Istat ayah dari Bapak H.
Ali dan diasuh oleh seorang Kyai bernama Chambali (dari semarang) menanntu Bapak
Abdul Mukhsin juga santri dari Pondok Pesantren Blokagung.
Hari
bertambah hari bulan bertambah bulan santri yang diasuh oleh Bapak Kyai
Chambali bertambah banyak sehingga berdirilah sebuah Asrama untuk menampung
para santri tersebut dan diberi nama “Raudlatussalam”.
Namun
tiada terduga setelah berjalan selama 7 (tujuh) tahun Bapak Kyai Chambali membeli
sebidang tanah didaerah Sugihwaras dan tanah tersebut kebetulan sudah ada Masjidnya,
dan Bapak Kyai Chambali-pun pindah menempati tanah tersebut dan para santri
sebagian mengikuti Bapak Kyai Chambali, sebagian pindah, dan sebagian santri
yang lain pulang. Sehingga Pondok Pesantren Raudlatussalam pada saat itu
mengalami kekosongan secara total (VACUM OFF POWER) tidak ada
pengasuhnya terhitung mulai tahun 1972 –
1977. Dengan demikian maka Bapak Kyai Chambali-Lah Pendiri Pertama Pondok
Pesantren Raudlatussalam Gunungsari Subergondo Glenmore Banyuwangi.
Setelah
senggang beberapa tahun kemudian, muncul-lah seorang pemuda bernama muhammad
iskak mukhsin, putra ke “V” dari bapak abdul mukhsin setelah terjun dalam dunia
pesantren selama 16 tahun dipondok pesantren darussalam blokagung karangdoro
tegalsari banyuwangi, dan oleh al-mukarrom bapak KH. Muhtar syafa’at abdul
ghofur dikawinkan dengan seorang wanita daridesa tegalsari pada tahun 1974.
Disitulah dia dengan bekerja keras disawah sebagaimana layaknya orang
berkeluarga dan bermasyarakat pada umumnya, dan juga mendidik para santri putra
putri selama 3(tiga) tahun.
Pada tahun1975 bapak abdul
mukhsin wafat (meninggal dunia). Dan pada waktu ia/beliau sakit keras, muhammad
iskak muksin (putra ke-V beliau) beserta istri menengok ayahnya yang sedang
sakit tersebut. Pada waktu itu dia/beliau bekata; kowe pindaho mrene, menowo aku mati kowe kang ngrumat emakmu lan
adikmu sing nang pondok.ss
Pada
tahun 1977 bapak muhammad iskak mukhsin pindah digunungsari akan tetapi bukan
semata-mata untukmenghidupkan Pondok yang telah mati itu, namun untuk
mendampingi ibunya yang menjadi seorang janda tua hidup seorang diri dikampung
yang sepi sunyi itu. Dan setiap pagi (bapak m.iskak mukhsin) pergi kehuatan
mencari kayu untuk membakar bata merah dan gula kelapa.
Barulah
kemudian mulai mengajar Al-Qur’an;1977 M. Iskak Mukhsin pertama kali mengajar Al-Qur’an
mulai dari alip-alipan, turutan, dan seterusnya sampai tajwid, nahwu, shorof,
dsb.
0 komentar:
Posting Komentar