Di dunuia raudlatussalam hiduplah seorang anak
manusia DG CIRI”: kulit kuning sawo di makan codot, tampang ganteng badan kekar
dengan ekspresi Lucu . biasanya temen”
sich manggilnya UDIN.
Pada
selasa kemaren tepatnya setelah ro’an(kerja bakti).... udin pengen jalan”
mengendarai sepeda motor.. tarjet sepeda yang ia pinjem adalah punyaan kang
tamim.... saat berjalan depan masjid ia
melihat sepeda motor supra berwarna merah tapi dg keranjang sayuran di
belakangnya sama persis punyaan kang tamim. Dengan Pdnya di halaman kamar kang tamim ia berteriak dg
nada ngapak nya. ” kang tamiiiiiiiiim aku nyilih spedae yaaaa”... dengan lantang kang tamim menjawabnya ” Yoooo
gowo”en ra popoo (“yaaaa kamu bawa nggak papa)”.
Setelah hasratnya terpenuhi ia jalan jalan keliling pondok dan
memamerkanya pada temen-temen santri.... saat asiknya berputar” mengelilingi
lapangan ia mendengar ada seseorang yang memanggilnya...” diiiiiiiiiin spedae di goleki seng nduwe
lho....”. Eh ternyata speda yang di bawa udin bukan sepeda kang tamim tapi
kepunyaan PEDAGANG SAYUR yang nongkrong
di depan masjid pondok... seketika udin
langsung merunduk tawadlu’ kepada pemiliknya.” Ngapunteni buuu nyong
mboten sengaja... yakin!... ngapuntene bu yaaa’...? si pedagang menjawabya “io kang gc popo malah peneran spedae samean
arahne ngetan( ia kang nggak papa )”. Kmudian si udin kembali ke kamarnya dg
ekspresi KLINGAAAH-KLINGIH... alias tersimpu malu pada kelakuanya. Kang tamim
yang melihat tingkah udin berkata satu kata untukmu” KAWUS”.
ahihiiii.,.,.,
BalasHapus